Pada dunia retail khususnya apotek, seringkali menilai peforma hanya berada di balik layar monitor yang meliputi grafif penjualan, laporan bulanan hingga keefektifan inventory yang tersedia. Seorang Area Manager seperti saya harus menyadari satu fundamental penting yang di mana data tersebut hanya menceritakan apa yang terjadi, Tapi, kunjungan langsung akan menjawab mengapa hal tersebut dapat terjadi.

 

Baru-baru ini saya melakukan perjalanan kunjungan ke area di Bangkalan, Madura dalam satu hari pada tanggal 29 Mei 2026. Perjalanan ini tidak hanya melakukan formalitas. Melainkan, suatu misi validasi operasional yang harus dilakukan guna menverifikasi hasil data yang diperoleh.

 

07.30 WIB – Memulai Hari dan Melintasi Batas Kota

Hari saya dimulai setelah melakukan absesn di kantor sekitar pukul 07.30 WIB di kantor Surabaya. Saya langsung bergegas menuju ke pulau Madura. Rute yang saya lalui tentu saja melewati Jembatan Suramadu. Pada saat yang sama saya menyadari bahwa kedua pulau ini memiliki karakteristik geografis yang berbeda serta kultural yang unik. Hal ini akan menuntut saya dalam melakukan pendekatan manajemen yang berbeda.

 

08.30 - 13.00 WIB – Melakukan Pengecekatan Stock dan Memberikan Pengarahan di K-24 Raya Burneh

Apotek pertama yang saya kunjungi yakni di apotek K-24 Raya Burneh. Fokus utama yang saya lakukan yaitu menverifikasi stock di sistem dengan yang ada pafa fisiknya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedalikan stock yang ada dan mendeteksi apakah ada potensi fraud.

 

Mengapa Pengecekan Stock itu Sangat Penting?

Dalam bisnis retail khususnya apotek, ketidaksesuai stock (selisih) tidak hanya sekedat masalah administratif. Dengan mengetahui adanya selisih stock menjadi indikator awal adanya kesalahan input hingga potensi fraud. Langkah ini akan menjadi preventif serta deteksi dini dalam menjaga aset perusahaa

Setelah proses pengecekan stock telah dilakukan, saya menghabiskan waktu hingga pukul 13.00 guna memberikan pengarahan kepada Apoteker Penanggung jawab. Poin pembahasan yang dibahas terkait evaluasi peforma, pentingnya inventory control serta membangun perhatian tim terhadap keamanan stock.

 

13.20 - 18.00 WIB – Evaluasi Tim dan Ketelitian di K-24 Trunojoyo

Tepat sekitar pukul 13.20 saya bertolak ke lokasi kedua adalah apotek K-24 Trunojoyo. Hal pertama yang saya lakukan adalah membuka sesi evaluasi bersama Apoteker Penanggung Jawab dan Arpoteker Pendamping. Hal yang dibahas yakni pentingnya untuk menyamakan visi serta mendengarkan kendala operasional dan mencari solusinya. Selepas melakukan evaluasi, saya melanjutkan proses pengecekan stock hingga pukul 18.00 WIB. Hal ini karena konsisten pengecekan adalah kunci agar tim memahami akurasi data merupakan hal yang tidak bisa ditoleransi.

 

Tantangan Unik Lapangan: Menjembatani Medis dan Tradisional

Saat mengunjungi Kab. Bangkalan membuat saya sadar bahwa dinamika pasar yang terjadi tidak akan terungkap melalui laporan yang telah disajikan. Masyarakat pada area ini mayoritas memiliki segmen ekonomi menengah ke bawah dengan karakteristik yang unik. Karakteristik unik yang saya sebutkan adalah tingkat literasi pengobatan medis modern tergolong tidak sebaik kota Surabaya,


Beberapa pelanggan yang saya temui masih membandingkan antara pengobatan tradisional dibandingkan medis. Pengobatan tradisional merupakan pengobatan herbal lokal yang masih menjadi pilihan pertama saat jatuh sakit. Pengobatan medis seringkali menjadi pilihan terakhir yang akan dicari jikalai kondisi kesehatan yang sudah mendesak.

 

Bagi saya seorang Area Manager, hal ini adalah tantangan yang harus dijalani sekaligus peluang besar yang dapat diraih. Harus ada peran andil tim di apotek Bangkalan yang tidak hanya menjual obat tapi juga menjadi agen kesehatan yang mampu berkomunikasi dengan melakukan pendekatan kultural agar masyarakat lebih melek pengobatan medis.

 

Kesimpulan

Kunjungan hari itu memberikan saya pelaharan berharga. Jangan pernah memimpin tim berdasarkan angka yang ditampilkan. Melainkan kunjungan langsung memberikan pandangan langsung tentang dinamika yang terjadi, perilaku konsumen hingga tantangan yang dihadapi. Laporan akan memberikan angka yang terjadi, namun kunjungan langsung memberikan validasi serta mermahami akar masalah hingga merumuskan solusi yang tepat.

 

Sampai jumpa di catatan perjalanan operasional berikutnya!